PERTANDA

Minggu yang lalu, saya harus memutuskan sebuah pilihan. Saya sangat menginginkannya, tapi saya tidak tau apakah Allah juga menginginkannya. Jadi saya mulai mencari pertanda.

Saya jelajahi berbagai kemungkinan, saya bicara pada orang-orang, saya berdoa.

Hati saya bicara terus sepanjang rakaat, bersama bibir saya mengucap bacaan shalat yang saya sudah hapal di luar kepala, lafaz dan terjemahnya.

“Ya Allah ampuni aku,ya Allah dengarkan aku, ya Allah tunjuki aku, ya Allah mudahkan jalanku.”

Pertanda pertama saya dapatkan, maju ke pertanda kedua, terus ke pertanda ketiga, bahkan hingga pertanda keempat. Satu lagi, dan semua akan beres.

Tapi tidak. Pertanda kelima adalah tempat di mana saya harus berhenti. Allah tidak mengizinkan.

Entah bagaimana saya tidak merasa kecewa. Saya bahkan tidak khawatir sepanjang perjalanan. Ada perasaan kalau saya sedang ditemani, ditunjuki melalui datangnya satu demi satu pertanda. Hanya ada rasa penasaran ke mana Allah menginginkan saya melangkah.

Terima kasih ya Allah. Terima kasih…

Advertisements

KERANJANG PERSAHABATAN

Ada pepatah, jangan letakkan semua telur dalam satu keranjang. Kalo pecah, repot dah, ancur semua!

Biasanya pepatah ‘telur dalam keranjang’ ini digunakan sebagai prinsip dalam investasi, ternyata digunakan dlm prinsip persahabatan juga.

Nyari orang yang bisa jadi sahabat itu ga gampang, ga selalu ketemu jodohnya.

Tapi sedekat apapun sahabat, mereka juga manusia. Dan selalu, bergantung sama yang namanya manusia, hasilnya akan kecewa.

Kalo lingkaran teman kita hanya itu2 aja. Pas kecewa, siap2 sendiri tnp sahabat, atau, ya bermuka dua. Di depan manis di belakang ngedumel.

Cari temen di sekolah (atau tempat kerja), di lingkungan rumah, yg sehobi/minat, di pengajian, dll. Jgn lupa dg adik/kakak/ipar/sepupu juga.

Semakin banyak kita punya ‘keranjang’ persahabatan, semakin banyak tempat kita bisa menaruh ‘telur’ kepercayaan dan rasa sayang.

Seumpama ada satu ‘keranjang’ yang rusak, hati kita ga perlu hancur seluruhnya. Jaga2 ajalah, cyin… v^_^v